TRAIN MANAGER TO COACH




Program Coaching GENIUS at Work dirancang berdasarkan konsep frugal Innovation untuk  memenuhi kebutuhan  dunia  usaha yang sedang menghadapi VUCA (volatile-uncertain-complex-ambiguous).  Metode GENIUSdapat diterapkan sebagai people development program di  perusahaan.    Mengembangkan    potensi sumber daya manusia secara holistic dengan hasil terukur dan dapat terus dipantau.
Kami menyadari talent management sudah banyak mengalami perubahan pada era ini. Prinsip get thing done through others perlu disampaikan dengan cara dan pendekatan yang bersahabat, terbuka serta saling percaya. Dengan demikian memberikan kebebasan kepada staff dan karyawan yang dipimpin dalam melaksanakan tugas-tugas. Cara pendekatan yang dianggap paling memenuhi syarat adalah coaching. Menggunakan pendekatan coaching dalam membangun tim berarti pemimpin dan yang dipimpin bersama-sama dalam satu gerbong kereta menuju kondisi yang penuh kesuksesan.
Coaching juga merupakan bentuk komunikasi yang ampuh untuk membuka dead-lock dalam komunikasi. Ketika menginstruksikan sebuah tugas, manager tidak hanya menyuruh, melainkan juga memiliki keterampilan mengajar, melatih hingga memberikan dukungan moril. Dalam diskusi, coaching dapat digunakan untuk memprovokasi tim berpikir kreatif.
Menyadari kebutuhan dunia bisnis dan manajemen kami telah menciptakan sebuah metode coaching GENIUS yang mudah diaplikasikan oleh manager sebagai management tools mencapai prinsip get things done through others. Setelah mengikuti dan berpartisipasi penuh dalam workshop ini, peserta akan menguasai keterampilan coaching staff dan karyawan untuk mencapai target, meningkatkan profit, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif.  Workshop akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kekhasan organisasi client. Sesi class room adalah untuk menjelaskan pengetahuan kognisi tentang coaching secara umum dan metode coaching GENIUS secara khusus. Studi kasus dari organisasi lain akan dijadikan sebagai sarana berpraktik selama workshop sehingga peserta dapat mengaplikasikan teori ke dalam praktik.
Tahap berikutnya peserta diminta mempresentasikan kasus-kasus manajemen sehari-hari yang dihadapinya sebagai sarana menyusun action plan. Bila perlu, professional business coach Anda akan mendamping peserta melakukan sesi-sesi coaching dalam setting sebenarnya.
Dalam workshop yang fully customized ini peserta juga akan belajar dan mempraktikkan beberapa teknik mengelola emosi, meningkatkan rasa percaya diri, dan COACH State. Manfaat mempraktikkan coaching dalam memimpin tim mencapai target perusahaan akan memberikan fungsi berlipat-ganda, karena manager bukan saja belajar bagaimana memimpin orang lain, namun juga mampu selalu berada dalam resourceful state, selalu bersumber daya.COACHING GENIUS AT WORKMetode atau model yang saya beri nama Coaching GENIUS ini sederhana namun komprehensif. Anda hanya perlu menghafalkan enam langkah yang dapat diibaratkan dengan enam terminal dalam perjalanan dari kondisi sekarang mencapai tujuan yang diinginkan. Setiap pemberhentian Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkuasa (powerful questions) yang berbeda namun saling meyambung dan saling melengkapi. Jika Anda melompati salah satu langkah, Anda tidak perlu merisaukannya, sepanjang komunikasi interaktif antara Anda dan coachee tetap berjalan mulus.
GENIUS model mencakup semua aspek penting dalam relasi dan proses coaching. Selain mengacu kepada arti harfiahnya—berkemampuan luar biasa dalam berpikir dan mencipta—GENIUS juga merupakan singkatan untuk memudahkan kita mengingat setiap langkah yang akan menyukseskan sebuah relasi dan aktivitas coaching, yaitu:
Goal setting—Setiap proses coaching harus dimulai dengan menetapkan sebuah tujuan, baik yang ingin dicapai oleh coach maupun coachee. Adanya goal atau tujuan memungkinkan kita mengukur hasil dari suatu proses coaching.
Emotional aspects—Supaya proses coaching dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, coach dan coacheeharus terlebih dahulu meng-handle aspek emosional yang mungkin sedang berlangsung atau yang kemungkinan akan terjadi selama proses berlangsung. Seperti sudah disinggung sebelumnya, kesuksesan coaching tidak dapat mengabaikan ikatan emosional yang positif, maka selama proses coach harus tetap peka dan terus menerus memperhatikan aspek-aspek emosional coachee. Setuju atau tidak dengan reaksi coachee, seorang coach harus dapat berempati. Tidak cukup menguasai keterampilan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkuasa, seorang coach juga harus mengerti kapan ia diam untuk memberi ruang dan kesempatan kepada coachee untuk mengolah emosinya sendiri.
Neurologically aligned—Memahami bahwa sebagai manusia kita tidak beroperasi di satu level dari neurologis  (neurological) kita. Perilaku kita dipengaruhi oleh sistem keyakinan, nilai-nilai, dan seterusnya. Dengan demikian terkadang coaching tidak mungkin hanya menyentuh satu level saja dari sistem logika berpikir dan bila terjadi ketidakselarasan neurological, maka perlu diselaraskan terlebih dahulu. Neurological yang tidak selaras ditandai dengan adanya konflik internal, orang yang mengalaminya merasa berada dalam situasi dilematik. Bagaimana menyelaraskan konflik internal diri coach dan mengalibrasi (mendeteksi) untuk selanjutnya membantu coacheemenyelaraskan neurological-nya sendiri merupakan satu keterampilan penting dalam coaching.
Idea gathering—Coach bukanlah orang yang mengajarkan kepada coachee bagaimana menemukan solusi-solusi, melainkan memprovokasi atau membantu dalam proses mengumpulkan ide-ide. Tentu saja, coachee akan semakin berdaya mengumpulkan ide-ide dan berproses kreatif bilamana: pertama; ia tahu tujuan yang ingin dicapai dan cara-cara mencapainya. Kedua; merasa terbebas dari beban emosi yang tidak terkendali. Ketiga; secara neurological dalam keadaan harmonis.
Utilization—Mengutilitasi pembelajaran-pembelajaran dari sesi-sesi coaching yang telah dilaksanakan merupakan esensi dari aktivitas coaching. Ulitilitas merupakan rangkaian proses coaching yang tak terpisahkan. Setelah mengaplikasikan ide-ide kreatif dan solusi serta mengatasi berbagai hambatan untuk mencapai goal, maka coach bersama-sama coachee dapat melakukan review, mendapatkan umpan balik, serta menentukan langkah selanjutnya. Bilamana dalam sesi-sesi coaching, coach telah melakukan intervensi perubahan dengan teknologi NLP guna membantu percepatan pencapaian tujuan, maka secara tidak langsung coachee juga mempelajari pendekatan tersebut dan dapat mengaplikasikannya pada konteks yang berbeda, atau sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses pemberdayaan diri mencapai tingkat kinerja maksimal.
Support identification—Setelah rangkaian coaching tuntas dilaksanakan dan solusi-solusi diimplementasikan, maka langkah selanjutnya adalah membantu coachee mengidentifikasi orang atau kelompok yang dapat menjadi pendukung bagi pertumbuhan berkelanjutan. Pada tahap ini manajer sebagai coach—boleh—berganti peran sebagai mentor, sponsor, dan bahkan sebagai guru atau pencerah melalui keteladanan. Sedangkan aktivitas sehari-hari yang tak terpisahkan dengan manajemen adalah mengobservasi perilaku coachee dalam upayanya melakukan pekerjaan dengan perilaku efektif, memberikan umpan balik dan memasuki siklus coaching baru bilamana diperlukan. Anda dapat menggunakan keenam langkah G-E-N-I-U-S untuk memprovokasi coacheeberpikir kreatif dan menemukan solusi-solusi yang tepat.

DAPATKAN 30 MENIT SESI GRATIS
Hubungi kami melalui email erni.julia@gmail.comuntuk mendapatkan kesempatan
mengidentifikasi tujuan Anda dan langkah-langkah mencapainya.
Anda juga dapat kembali ke website www.ernijuliakok.com dan mengisi formulir.

Kami siap membantu Anda!

No comments:

Post a Comment